Rabu, 16 Juni 2021

Pemeriksaan Cairan Lambung

 Dasar Teori 

Intubasi

   Adalah memasukkan sebuah selang plastik kecil yang lentur melalui hidung / mulut ke dalam lambung / usus halus. Prosedur ini bisa digunakan untuk keperluan diagnostik maupun pengobatan. Intubasi bisa menyebabkan muntah & mual, tetapi tidak menimbulkan nyeri. Ukuran selang yang digunakan bervariasi, tergantung kepada tujuan dilakukannya prosedur ini.

Intubasi Nasogastrik

   Pada intubasi nasogastrik, sebuah selang dimasukkan melalui hidung menuju ke lambung. Prosedur ini digunakan untuk mendapatkan contoh cairan lambung, untuk menentukan apakah lambung mengandung darah / untuk menganalisa keasaman, enzim & karakteristik lainnya.

   Pada korban keracunan, contoh cairan lambung ini di analisa untuk mengetahui racunnya. Kadang selang terpasang agak lama sehingga lebih banyak contoh cairan yang bisa didapat.

   Intubasi nasogastrik juga bisa digunakan untuk memperbaiki keadaan tertentu, antara lain :
1. Untuk menghentikan perdarahan dimasukkan air dingin.
2. Untuk memompa / menetralkan racun diberikan karbon aktif.
3. Pemberian makanan cair pada penderita yang mengalami kesulitan menelan.

   Kadang intubasi nasogastrik digunakan secara berkesinambungan untuk mengeluarkan isi lambung. Ujung selang biasanya dihubungkan dengan alat penghisap, yang akan menghisap gas & cairan dari lambung. Cara ini membantu mengurangi tekanan yang terjadi jika sistem pencernaan tersumbat / tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Pemeriksaan Asam Lambung

   Enzim urease penghidrolisis urea menjadi amonia & CO2. Lambung mengandung sekitar setengah galon asam lambung, terdiri dari enzim pencernaan & HCl pekat ber pH 1,7 - 2,0 yang dengan mudah melumatkan makanan sekeras apapun, termasuk bakteri & virus.

> Tujuan :
1. Mengetahui motilitas lambung.
2. Mengetahui kemampuan sekresi lambung terhadap asam & enzim.
3. Mencari adanya unsur abnormal seperti darah, pus, jamur, & bakteri.
4. Mencari adanya racun.

   Salah satu fungsi asam lambung antara lain untuk membantu kerja enzim. Tujuan utama dari pemeriksaan cairan lambung adalah untuk menentukan kemampuan lambung dalam mensekresi asam, sehingga dapat diketahui jumlah asam yang dikeluarkan terlalu banyak / terlalu sedikit dibandingkan dengan kondisi normal.

   Banyaknya asam lambung & asam bebas yang terdapat pada cairan lambung, dapat diketahui dengan titrasi asam basa :
• Volume isi lambung dalam keadaan puasa berkisar antara 25 - 75 ml.
• Asam basa normal adalah 20 - 50 satuan.
• Total asam adalah 50 - 75 satuan.

Pemeriksaan Asam Bebas dan Total Asam Lambung

• Metode : Titrimetri

• Prinsip : Asam basa yang ada di titrasi dengan NaOH sampai terjadi perubahan warna indikator thimol biru dari merah menjadi kuning. Asam yang terikat di titrasi lagi dengan NaOH sampai terjadi perubahan warna indikator thimol biru dari kuning menjadi biru. Total asam adalah jumlah dari asam bebas & asam terikat.

• Pereaksi : HCL + NaOH -> NaCl + H2O

• Alat dan Bahan : 
• Alat : erlenmeyer, buret, pipet tetes, pipet seukuran 10 ml.

• Bahan : sampel cairan lambung, larutan NaOH 0,1 N, indikator thimol biru.

• Cara Kerja : 
1. 10 ml cairan lambung dimasukkan ke dalam erlenmeyer.
2. Tambahkan 2 - 3 tetes indikator thimol biru & campurkan.
3. Titrasi campuran yang ada dalam erlenmeyer dengan larutan NaOH 0,1 N sampai terjadi perubahan warna indikator thimol biru dari merah menjadi kuning.
4. Catat volumenya.
5. Lanjutkan titrasi dari campuran tadi dengan larutan NaOH 0,1 N sampai warna indikator berubah dari kuning menjadi biru. 
6. Catat lagi volumenya.
7. Untuk menentukan asam total dapat dihitung dengan cara menjumlahkan asam bebas & asam terikat. Dihitung dalam 100 ml cairan lambung.







Pemeriksaan Batu Empedu

    Di Indonesia, penyakit batu empedu masih kurang mendapat perhatian dibandingkan penyakit saluran cerna lainnya seperti hepatitis virus k...