Tampilkan postingan dengan label Materi Imunoserologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Imunoserologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Maret 2021

Uji Widal

1. Tujuan : 

• Mempelajari prosedur uji widal
• Mengetahui ada tidaknya antibodi ( kualitatif ) dari penderita tersangka tifus yang disebabkan oleh salmonella sp
• Menentukan titernya ( kuantitatif )

2. Pendahuluan : 

   Uji Widal atau yang dikenal oleh masyarakat awam dengan istilah tifus adalah penyakit infeksi yang masuk melalui saluran cerna kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui darah. 

   Terdapat ratusan jenis salmonella serovarian thypi dan parathypi. Tetapi hanya 4 jenis yang dapat menimbulkan tifus yaitu salmonella serovarian thypi, parathypi A, parathypi B, dan parathypi C. 

3. Penjelasan Macam Antigen : 

1). Antigen O 
Merupakan somatik yang terletak dilapisan luar tubuh kuman. Struktur kimianya terdiri dari lipopolisakarida.

2). Antigen H 
Terletak di flagella dan berstruktur kimia protein.

3). Antigen VI
Terletak dilapisan terluar S. Thypi yang melindungi kuman dari fagositosis dengan struktur kimia glikolipid.

4. Outer Membrane Protein ( OMP )
Merupakan bagian dinding sel yang terletak diluar membran sitoplasma. OMP terdiri dari 2 bagian yaitu protein porin & protein non porin. Porin adalah komponen utama OMP.


Anti Streptolisin O ( ASTO )

Macam macam ASTO : Sinar X, EKG, Echochardiografi.

Antibodi yang dibentuk adalah : 

• Anti Streptolisin O ( ASO )
• Anti Hialuronidase ( AH )
• Anti Streptokinase ( Anti - SK )
• Anti Desoksiri Bonuklease B ( AND - B )
• Anti Nikotinamid Adenine Dinukleotidase ( Anti - Nadase )

PEMERIKSAAN ASTO

1. Persiapan Pasien : 

Tidak ada persiapan khusus

2. Bahan Pemeriksaan : 

Serum 

3. Stabilitas Sampel : 

• 2 - 8°C = 24 jam
• -20°C = sampai dengan 6 Minggu

4. Tujuan : 

Merupakan pemeriksaan yang dapat mendeteksi penyakit jaringan sendi misal demam rematik akut.

5. Metode : 

Aglutinasi

6. Prinsip : 

Terbentuknya aglutinasi sebagai hasil reaksi antara serum yang mengandung antibodi ASTO dengan suspensi latex yang mengandung partikel yang dilapisi Streptolisin O yang dimurnikan & distabilkan.

7. Alat dan Bahan : 

• Mikropipet 
• Rotator
• Slide
• Pengaduk 
• Kontrol positif
• Kontrol negatif
• Reagen lateks
• Serum 

8. Cara Kerja : 

1. Biarkan kit Reagen mencapai suhu ruang ( 20 - 25° C ).
2. Pipet 50 ul serum ke atas larutan tes pada slide plastic.
3. Homogenkan Reagen lateks kemudian teteskan 1 tetes suspense ke atas larutan tes.
4. Homogenkan.
5. Putar slide dengan menggunakan tangan / mechanical rotator di 70 rpm selama 2 menit.
6. Amati terjadinya aglutinasi tepat 2 menit dibawah cahaya lampu yang terang.
7. Bila terjadi aglutinasi lakukan pengenceran serum dengan NaCL 0,9 % yaitu : ½,¼,⅛, 1/16, 1/32, 1/64 dan seterusnya.

9. Interpretasi Hasil : 

• Positif : aglutinasi
• Negatif : tidak aglutinasi


~ Semoga materi kali ini bermanfaat untuk teman - teman semua yaa... Tetap Stay tune untuk materi selanjutnya:) 

Rabu, 03 Maret 2021

Pemeriksaan TPHA ( Treponema Pallidum Hemaglutinasi Assay )

1. Persiapan Pasien 

Tidak ada persiapan khusus

2. Bahan Pemeriksaan 

Serum / plasma

3. Stabilitas Sampel

• 2 - 8° C = 24 jam
• -20° C = 4 - 6 Minggu

4. Tujuan 

Untuk mengetahui adanya antibodi terhadap Treponema Pallidum

5. Prinsip 

Antigen gold koloid conjugate bertemu dengan antibodi Treponema pada serum maka akan timbul garis ungu pada test

6. Alat dan Bahan

• Kit tes SD bioline syphilis 3.0
• Reagen 
• Serum / plasma

7. Cara Kerja 

1. Keluarkan kit tes dari foil pembungkus, letakkan disebuah bidang datar.
2. Secara perlahan lahan tambahkan 10 ul serum / plasma, jika menggunakan darah sebanyak 20 ul dan tambahkan 3 tetes reagen.
3. Pada saat reaksi dimulai akan muncul tampilan berupa garis berwarna ungu yang bergerak menuju jendela hasil yang berada dipusat kit tes.
4. Interpretasikan hasil dalam waktu 5 - 20 menit. Jangan menginterpretasikan hasil setelah 20 menit.

8. Interpretasi Hasil 

1. Positif : Munculnya 2 garis yaitu di C & T.
2. Negatif : Hanya 1 garis yang muncul yaitu di C.
3. Invalid : Tidak ada yang muncul sama sekali / bisa saja munculnya di T.


* Sekian materi dari mimin, semoga bermanfaat. Stay tuned materi selanjutnya yaw

Pemeriksaan Salmonella Thypi Metode Tubex

1. Bahan Pemeriksaan 

Serum / plasma heparin ( jangan menggunakan plasma EDTA / plasma sitrat ).

2. Stabilitas Sampel

Tahan di 2 - 8° C 
Lebih tahan di < 18°C

3. Tujuan

Untuk mendeteksi penyebab demam thypoid yang disebabkan oleh Salmonella Thypi.

4. Prinsip 

Reaksi antigen bertemu antibodi akan menghasilkan aglutinasi.

5. Alat dan Bahan 

• Reagen tubex coklat
• Reagen tubex biru
• Control tubex positif 
• Control tubex negatif
• Tubex reaction well strip & Tubex collored sticker
• Serum / plasma heparin
• Pipet

6. Cara Kerja 

1. 45 ul reagen tubex coklat pada lubang
2. 45 ul sampel, inkubasi selama 2 menit
3. Tambahkan 90 ul reagen tubex biru pada lubang 
4. Tutup tubex reaction well strip
5. Kocok hati hati selama 2 menit
6. Tempatkan tubex reaction well strip diatas tubex color scale selama 5 menit

7. Score dan Interpretasi Hasil

a. ≤ 2 ( Negatif : Tidak ada infeksi adanya demam thypoid )
b. 3 ( Bordeline : Pemeriksaan harus diulang )
c. 4 ( Positif Kuat : Infeksi demam thypoid )
d. 6 - 10 ( Positif : Identifikasi yang kuat sekali tentang adanya demam thypoid ) 



*Sekian materi hari ini dari mimin. Semoga bermanfaat:)



Sabtu, 27 Februari 2021

Pemeriksaan RF ( Rhematoid Faktor )

   *Rhematoid Factor ( RF ) adalah imunoglobin yang bereaksi dengan molekul IgG.

   *Kadar RF yang sangat tinggi menandakan prognosis yg buruk, dengan kelainan sendi yg berat & kemungkinan komplikasi sistemik.

   *RF sering dijumpai pada penyakit autoimun lain seperti LE, Scleroderma, Dermatomiositis.

   *Nilai Rujukan
• 1/20 - 1/80 : positif untuk keadaan Rhematoid arthritis & penyakit lain.
• 1/80 : positif untuk Rhematoid arthritis.
• Anak : biasanya tdk dilakukan.
• Lansia : sedikit meningkat.

PEMERIKSAAN RF

a. Persiapan Pasien

Tidak ada persiapan khusus

b. Bahan Pemeriksaan

Serum

c. Stabilitas Sampel

• 2 - 8°C = 24 jam
• -20°C = sampai dengan 6 minggu.

d. Tujuan 

Untuk mengetahui kadar RF dalam serum

e. Metode

Aglutinasi latex

f. Prinsip 

RF Reagen adalah suspensi dari partikel polystyrene lateks yg telah disensitasi dgn igG manusia yg dipersiapkan khusus dengan tujuan untuk mencegah aglutinasi non spesifik. Sensitivitas reagen RF telah ditentukan untuk mendeteksi konsentrasi RF minimal 8 iu/ml berdasarkan standar internasional WHO tanpa pengenceran sebelumnya.

g. Alat dan Bahan 

• Rotator
• Pipet
• Pengaduk
• Reagen RF
• Serum

h. Cara Kerja 

1. 50 ul sampel ditempatkan pada slide.
2. Tambahkan 1 tetes reagen, homogenkan.
3. Putar slide dengan menggunakan tangan / mechanical rotator selama 2 menit.
4. Baca hasil.

i. Interpretasi Hasil

Positif : aglutinasi
Negatif : tidak aglutinasi




Jumat, 26 Februari 2021

Pemeriksaan CRP ( C-Reactif Protein )

    *CRP ( C - Reactif Protein ) dibuat oleh hati & dikeluarkan ke dalam aliran darah.

   *CRP merupakan salah satu dari beberapa protein yang sering disebut sebagai protein fase akut & digunakan dalam memantau perubahan² dalam fase inflamasi akut yang dihubungkan dengan banyak penyakit infeksi & penyakit autoimun.

   *Beberapa keadaan dimana CRP dapat dijumpai meningkat yaitu radang sendi ( Rhematoid Arthritis ), demam rematik, kanker payudara, penyakit radang panggung ( pelvic inflamatory deases ), penyakit hodgkin, SLE, dan infeksi bakterial.

 PEMERIKSAAN CRP

1. Persiapan Pasien : 

Tidak ada persiapan khusus.

2. Bahan Pemeriksaan : 

Serum

3. Stabilitas Sampel : 

2 - 8°C = 24 jam
-20°C = sampai dengan 6 Minggu

4. Tujuan : 

Untuk mengetahui adanya protein CRP dalam serum.

5. Metode : 

Manual

6. Prinsip : 

Kit reagen CRP berdasarkan reaksi imunologik antara ab CRP yang terikat secara biologis dengan partikel lateks yang inert & CRP dalam spesimen. Ketika serum yang mengandung CRP dengan kadar lebih besar dari 0,8 mg/dl dicampurkan dengan reagen lateks maka akan tampak adanya aglutinasi.

7. Alat dan Bahan : 

* Alat : 
- Rotator
- Slide 
- Pengaduk
* Bahan : 
- Reagen lateks
- Kontrol positif
- Kontrol negatif
- Diluent buffer

8. Cara Kerja : 

1). Metode Kualitatif

1. Keluarkan Reagen dari lemari es & biarkan mencapai suhu ruang selama 3 jam.
2. Teteskan diatas slide plastik 1 tetes kontrol positif, kontrol negatif, dan bahan pemeriksaan.
3. Tambahkan 1 tetes reagen lateks pada masing² kontrol positif, kontrol negatif & bahan pemeriksaan.
4. Homogenkan.
5. Putar slide dengan menggunakan tangan / mechanical rotator selama 2 menit.
6. Amati aglutinasi yang terbentuk & cocokkan dengan kontrol positif & kontrol negatif.
7. Baca hasil pemeriksaan.

2). Metode Semi Kuantitatif 

9. Interpretasi Hasil : 

1. Metode Kualitatif 

- Positif : aglutinasi 
- Negatif : tidak aglutinasi

2. Metode Semi Kuantitatif

Titer di tentukan berdasarkan adanya aglutinasi pada pengenceran tertinggi yang terlihat secara makroskopis.






Rabu, 17 Februari 2021

Hepatitis

> Pengertian

   Hepatitis adalah peradangan pada hati karena toxin seperti kimia, obat ataupun agen penyebab infeksi. Hepatitis kurang dari 6 bulan disebut Hepatitis Akut. Hepatitis lebih dari 6 bulan disebut Hepatitis Kronis.

> Penyebab 
   Hepatitis biasa disebabkan oleh virus, seperti : mononukleosis, demam kuning & infeksi sitomegalovirus. Penyebab Hepatitis non virus yang utama adalah alkohol & obat²an.

> Jenis - Jenis Virus Hepatitis

1. Virus Hepatitis A
  Penyebarannya melalui vecal oral seperti makanan & minuman yg terkontaminasi.

2. Virus Hepatitis B 
   Ditularkan melalui darah / produk darah. Penularannya biasa terjadi diantara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama sama diantara mitra seksual baik heteroseksual maupun pria homoseksual.

3. Virus Hepatitis C
  Akibat tranfusi darah misalnya jarum suntik yang terkontaminasi.

4. Virus Hepatitis D
  Rekan infeksi dari virus hepatitis B & D ini mengakibatkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Resiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat.

5. Virus Hepatitis E
  Kadang menyerupai wabah seperti hepatitis A.

6. Virus Hepatitis G
  Jenis baru dari virus Hepatitis yang baru terdeteksi baru² ini, namun belum diketahui secara pasti.

> Virus Lain yang Dapat Menyebabkan Hepatitis : 

• Virus mumps
• Virus rubella
• Virus sitomegalovirus
• Virus epstein - barr
• Virus herpes


> Gejala Pada Penyakit Hepatitis A

1. Hepatitis A
Gejala : 
• Kuning
• Muntah²
•  Demam
• Hilang selara makan

2. Hepatitis B 
Gejala : 
• Demam
• Sakit perut
• Kuning terutama pada area mata yang putih

3. Virus Hepatitis C
Gejala : 
• Hilang selera makan
• Lelah urine menjadi gelap
• Kulit / mata menjadi kuning " Jaundice " 

PEMERIKSAAN HBSAG

> Bahan Pemeriksaan : 

Serum / Plasma ( Na Heparin, Na Sitrat , EDTA ).

> Stabilitas Sampel : 

2 - 8 ° C : 5 hari
- 10° C : lebih dari 5 hari.

> Tujuan : 

Untuk mengidentifikasi kualitatif HBsAg dalam plasma / serum spesimen dengan derajat sensitivitas yang tinggi.

> Prinsip : 

Sampel bermigrasi melalui bantalan absorban. Konjugat AB zat warna mengikat HBsAg dalam spesimen membentuk kompleks Ag - Ab. Kompleks Ag - Ab yang mengikat Ab anti HBsAg pada daerah reaksi positif ( dibagikan kiri jendela pengamatan akan menghasilkan garis berwarna merah muda ). Tidak bentuknya garis tersebut menunjukkan tidak adanya HBsAg. Munculnya garis berwarna merah muda pada daerah control menunjukkan bahwa tes dilakukan dengan benar.

> Alat & Bahan : 

• Kit tes SD bioline HBsAg
• Serum

> Cara Kerja :

1. Keluarkan kit tes dari foil pembungkus, letakkan disebuah bidang datar.
2. Secara perlahan lahan tambahkan 100 ul spesimen ke dalam sumur sampel.
3. Pada saat reaksi dimulai akan muncul tampilan berupa garis berwarna ungu yang bergerak menuju jendela hasil yang berada di pusat kit tes.
4. Interpretasikan hasil dalam waktu 5 - 20 menit jangan menginterpretasikan hasil setelah 20 menit.

> Interpretasi Hasil : 

1. Positif : 
Munculnya 2 garis di C dan T.
2. Negatif : 
Hanya 1 garis yang muncul yaitu di C.
3. Invalid : 
Tidak ada yang muncul sama sekali / bisa saja munculnya di T.
<script data-ad-client="pub-8537700418585719" async src="https://pagead2.googlesyndication
.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>





Pemeriksaan RPR ( Rapid Plasma Reagen )

Pemeriksaan RPR adalah pemeriksaan infeksi menular seksual yang di sebabkan oleh Treponema Pallidum

Pemeriksaan RPR

• Bahan Pemeriksaan : 

Serum / plasma 

• Stabilitas Sampel : 

2 - 8° C : 24 jam
-20°C : 4 - 6 minggu

• Tujuan : 

Untuk penentuan adanya Reagen antibodi dalam serum.

• Metode : 

Slide tes 

• Prinsip : 

Pencampuran terjadi antara kolestrol, cardiolipin, tetrasiklin dalam Reagen yang juga terdapat partikel karbon dengan Reagen antibodi dalam serum, hasil dapat dilihat secara mikroskopis dalam bentuk gumpalan hitam.

• Cara Kerja : 

1. Siapkan plate yang bersih dan bebas lemak.
2. 50 ul serum di teteskan pada masing masing lingkaran plate.
3. Kemudian tambahkan 1 tetes Reagen VDRL pada masing masing lingkaran plate.
4. Homogenkan.
5. Putar slide dengan menggunakan tangan / mechanical rotator di 100 rpm selama 8 menit. 
6. Baca hasil.

• Interpretasi Hasil : 

- Positif : adanya gumpalan hitam.
- Negatif : tidak ada gumpalan hitam.

<script data-ad-client="pub-8537700418585719" async src="https://pagead2.googlesyndication
.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>



Senin, 08 Februari 2021

Pemeriksaan HCG

° Pengertian

Hormon Human Chorionic Gonadotropin ( HCG ) adalah hormon yang ada di dalam darah yang dikeluarkan oleh sel plasenta, embrio, bakal janin sebagai hasil pembuahan sel telur oleh plasma.

° Memiliki 2 Metode : 

1. Aglutinasi
2. Strip
   Kita bahas yang aglutinasi terlebih dahulu.

1. HCG Metode Aglutinasi

• Kegunaan : 

Untuk mengkonfirmasi apakah seorang wanita hamil dengan mengukur hormon yang di sebut dengan HCG.

• Tujuan : 

1. Mengetahui ada tidaknya aglutinasi dalam slide.
2. Mengetahui hasil dari urine seseorang mengenai HCG.

• Prinsip : 

HCG yang berikatan dalam urine akan berikatan dengan anti HCG yang diikatkan pada Reagen lateks sehingga menimbulkan aglutinasi.

• Alat dan Bahan :

a). Alat : 

1. Kontrol positif
2. Kontrol negatif
3. Reagen lateks 
4. Pipet tetes

b). Bahan : 

1. Urine.
2. Urine tanpa pengawet dan bersih di dalam wadah yang steril.
3. Apabila urine berkabut sebaiknya di sentrifuge.
4. Urine dapat di simpan selama 72 jam sebelum di periksa pada suhu 2 - 8 ° C.

• Penyimpanan Alat Test :

1. Alat test di simpan pada suhu kamar 15 - 30° C dalam keadaan masih tersegel sampai batas tanggal kadaluarsa.
2. Alat test harus di jauhkan dari cahaya matahari langsung, lembab dan panas.

• Koleksi Spesimen :

1. Di tampung pada pagi hari yaitu urine pertama sebab spesimen mengandung konsentrasi tertinggi HCG.

• Cara Kerja : 

1. Siapkan alat dan bahan.
2. Pipet pada tempat berbeda sampel urine sebanyak 1 tetes ( 3 tempat ).
3. Tambahkan masing - masing kontrol positif, negatif, dan reagen lateks.
4. Homogenkan.
5. Amati reaksi yang terjadi, hasil dibaca setelah 2 menit hasil tidak dibaca setelah 3 menit.


• Interpretasi Hasil

1. Positif : Terbentuk aglutinasi dalam waktu 2 menit.
2. Negatif : Tidak terbentuk aglutinasi dalam waktu 2 menit.

2. HCG Metode Strip

• Tujuan : 

Untuk mengetahui kadar HCG pada awal kehamilan.

• Prinsip : 

HCG yang berikatan dalam urine akan berikatan dengan antibodi monoklonal spesifik sehingga menimbulkan garis berwarna.


• Cara Kerja : 

1. Memegang strip dip vertikal pada ujung pegangan. Mencelupkan pada spesimen selama sekitar 10 detik, terus sampai ke permukaan yang di tunjukkan oleh tanda panah pada tes.
2. Keluarkan tes dari spesimen letakkan di sebuah bidang datar keringkan ke permukaan.
3. Hasil positif yang kuat dapat diamati dalam waktu 2 - 3 menit hasil positif lemah mungkin memerlukan waktu lebih lama hingga 5 menit untuk timbul.


• Interpretasi Hasil :

1. Positif : munculnya 2 garis di C dan T.
2. Negatif : hanya 1 garis yang muncul yaitu di C.
3. Invalid : tidak ada yang muncul sama sekali atau bisa saja munculnya di T.

<script data-ad-client="pub-8537700418585719" async src="https://pagead2.googlesyndication
.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

Sekian materi HCG dari saya semoga bermanfaat ya✨





Sabtu, 30 Januari 2021

Pemeriksaan Widal

 A). SEJARAH SALMONELLA

   Widal merupakan suatu genus enterobakteria gram negatif yang berbentuk tongkat yang dapat menyebabkan tifus, paratifus dan penyakit foodborne.

   Salmonella dinamai dari Daniel Edward Salmon ahli patologi Amerika walaupun sebenarnya rekannya Theobald Smith yang pertama kali menemukan bakterium tahun 1885 pada tubuh babi.


   Untuk mendeteksi adanya bakteri ini dapat dilakukan dengan beberapa uji lab, seperti:

1. Uji Mikrobiologi
Seperti kultur gall, untuk mengetahui jenis salmonella.

2. Uji Serologi
Seperti Widal, untuk mengetahui antibodi terhadap antigen febrile salmonella.

3. Uji Biomolekuler ( PCR )
Seperti salmonella thypi pcr.

B). PERSIAPAN KERJA WIDAL TEST

1. Cara penyimpanan reagen
2. Kriteria sampel yang digunakan
3. Persyaratan alat pendukung

1. CARA PENYIMPANAN REAGEN

a. Reagen disimpan dilemari es suhu 2-8°C.
b. Simpan kembali reagen ke dalam lemari es jika tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama.
c. Setelah dibuka reagen digunakan maksimal selama 3 bulan.
d. Pipet reagen harus selalu dalam keadaan kosong.


2. KRITERIA SAMPEL YANG DIGUNAKAN

a. Fresh serum.
b. Serum yang disimpan tidak boleh lebih dari 7 hari pada suhu 2-8°C.
c. Sampel serum harus bebas dari kontaminan, hemolisis, dan lipemik.

3. PERSYARATAN ALAT PENDUKUNG

a. Gunakan plate yang terbuat dari kaca dengan ukuran bulatan berdiameter ± 2 cm.
b. Gunakan mikropipet skala 10 - 100 dan mikropipet 5 ul yang terkalibrasi ( pemipetan dilakukan dengan disposible yellow tip).
c. Gunakan stik pengaduk sekali pakai pada saat menghomogenisasikan reagen dengan sampel.
d. Gunakan lampu duduk dengan leher yang bisa diatur rendah tingginya dan pastikan posisi mata tidak terkena langsung sinar lampu.

C). CARA KERJA

1. Keluarkan reagen dari lemari es dan biarkan pada suhu ruang ± 15 menit.
2. Cek pipet reagen dan keluarkan cairan yang ada di pipet reagen.
3. Homogenisasikan botol reagen dengan cara membolak balikkan sebanyak ± 5 kali sampai tidak ditemukan endapan pada dasar botol.
4. Homogenkan juga reagen dengan menggunakan pipet yang terdapat dalam masing masing botol reagen.
5. Siapkan plate yang bersih dan bebas lemak.
6. Dipipet 20 ul serum pada masing masing lingkaran plate.
7. Homogenkan kembali reagen dengan cara dibolak balikkan sebanyak ± 2 kali.
8. Dipipet 50 ul atau 1 tetes reagen Widal set pada masing masing lingkaran plate.
9. Homogenkan.
10. Putar slide dengan menggunakan tangan atau mechanical rotator di 100 rpm selama 1 menit.
11. Lakukan pembacaan hasil setelah 1 menit dan pembacaan tidak boleh lebih dari 1 menit.
12. Apabila terjadi hasil positif maka lakukan langkah pengenceran untuk mencari hasil titer sebagai berikut.

D). INTERPRETASI HASIL

1. Positif

- Warna dari larutan reaksi berubah.
- Terdapat butiran aglutinasi.

2. Negatif

- Warna dari larutan reaksi tidak berubah atau tetap sama dengan warna asal masing masing reagen.
- Tidak terdapat butiran aglutinasi.










Selasa, 25 Agustus 2020

Pemeriksaan Golongan Darah Metode Aglutinasi

A. Pengertian 

Golongan darah sendiri memiliki pengertian yaitu pengklasifikasian darah dari suatu individu berdasarkan ada tidaknya zat antigen warisan di permukaan membran sel darah merah.

Untuk mengetahui golongan darah seseorang kita perlu melakukan pengecekan golongan darah tsb. Langsung aja ke tahap tahap pemeriksaan golongan darah ya guys


B. Pemeriksaan Golongan Darah

Metode : aglutinasi
Tujuan : untuk mengetahui golongan darah seseorang
Alat dan Bahan
- autoclick
- lanset
- reagen set golongan darah yang terdiri dari anti A, anti B, anti AB dan anti D
- kertas cek goldar
- stik pengaduk
- kapas alkohol
- kapas kering

C. Cara kerja

1. Siapkan alat dan bahan
2. Bersihkan jari yang akan di ambil darahnya dengan menggunakan kapas alkohol
3. Tusuk dengan menggunakan blood lancet
4. Teteskan darah yang keluar pada masing masing lingkaran kertas cek goldar
5. Tambahkan masing masing 1 tetes reagen golongan darah sesuai urutan
6. Homogenkan dengan stik pengaduk disposible
7. Rotator dengan menggunakan selama 1 menit
8. Baca hasil

D. Interpretasi Hasil

1. Jika individu memiliki golongan darah A berarti yang aglutinasi terdapat di anti A, anti AB, dan anti RH
2. Jika individu memiliki golongan darah B berarti yang aglutinasi terdapat di anti B, anti AB, dan anti RH
3. Jika individu memiliki golongan darah AB berarti yang aglutinasi terdapat di anti A, anti B, anti AB, and anti RH
4. Jika individu memiliki golongan darah O berarti yang aglutinasi hanya di anti RH saja.







Pemeriksaan Batu Empedu

    Di Indonesia, penyakit batu empedu masih kurang mendapat perhatian dibandingkan penyakit saluran cerna lainnya seperti hepatitis virus k...