Tampilkan postingan dengan label Materi Hematologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Hematologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Mei 2021

Pemeriksaan Hemoglobin

Tujuan : 

untuk mengetahui kadar Hb ( hemoglobin ) dalam darah pasien.

Prinsip :

HB + HCL menjadi hematin HCL ( asam hematin ) yang berwarna coklat, kemudian dilakukan pengenceran dengan aquadest & dibandingkan dengan warna pada tabung standar.

Metode :

Sahli.

Landasan Teori :

Hemoglobin merupakan protein eritrosit, yang memiliki fungsi sbb :
1. Mengangkut O2 dari paru² ke jaringan diseluruh tubuh.
2. Mengangkut CO2 dari jaringan ke paru².
3. Pemberi warna merah pada darah.
4. Mempertahankan keseimbangan asam basa tubuh.

Alat & Bahan :

1. Alat : alat-alat phlebotomy; tabung reaksi; hemometer sahli yang terdiri dari batang pengaduk, pipet hb, pipet tetes, tabung hemometer.

2. Bahan : darah+edta; aquadest; HCL 0,1 N.

Nilai Normal :

Wanita = 12 - 16 gr/dl
Pria = 13 - 18 gr/dl

Cara Kerja :

1. Siapkan alat & bahan.
2. Tabung hemometer diisi dengan HCL 0,1 dengan menggunakan pipet sampai batas miniskus 2.
3. Masukkan 20 ul darah ke dalam tabung yang telah terisi HCL 0,1 N.
4. Homogenkan dan inkubasi selama 5 menit.
5. Tambahkan aquadest setetes demi setetes hingga warna sama dengan standar.
6. Baca hasil.


Sabtu, 24 April 2021

Pemeriksaan APTT

 APTT ( Activated Partial Tromboplastin Time )

Tujuan : 

Untuk menentukan aktivitas faktor pembekuan jalur intrinsik & jalur bersama.

Prinsip : 

Aktifator terhadap faktor kontak ( silika, kaolin ) & fosfolipid. Standar sebagai pengganti fosfolipid, trombosit dimasukkan dalam plasma sitrat kemudian ditambah ion ca²+, diukur lamanya waktu sampai terbentuk Fibrin.

Nilai Normal : 

25 - 40 detik.

Landasan Teori :

Tromboplastin parsial adalah fosfolipid yang berfungsi sebagai pengganti platelet, faktor lll dapat berasal dari manusia, tumbuhan & hewan.

Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Hasil APTT :

1. Pembekuan sampel darah.
2. Sampel darah hemolisis / berbusa akibat dikocok.
3. Pengambilan darah pada intravena lines misal pada infus heparin.

Alat & Bahan :

1. Alat : waterbath, centrifuge, mikropipet, tip, tabung reaksi, pengail, stopwatch.

2. Bahan : 4,5 ml darah, 0,5 ml Na. Sitrat 3,8 %, Reagen APTT, CaCl2, plasma.

Cara Kerja : 

A. Membuat Plasma : 
1. 0,5 ml Na. Sitrat 3,8 % dimasukkan dalam tabung centrifuge.
2. 4,5 ml darah dimasukkan ke dalam tabung centrifuge yang telah terisi Na. Sitrat.
3. Centrifuge selama 20 menit kecepatan 200 rpm.
4. Pisahkan plasma & sel² darah.

B. Penetapan : 
1. Reagen APTT & CaCl 2 di inkubasi pada waterbath 37° C.
2. 100 mikron plasma ditambah 100 mikron Reagen APTT diambil, dimasukkan ke dalam tabung & di inkubasi pada waterbath 37° C selama 2 menit.
3. 100 mikron CaCl 2 diambil dimasukkan ke dalam tabung yang telah terisi plasma sitrat & Reagen APTT bersamaan dengan ditekannya stopwatch.
4. Waktu dicatat sampai terbentuk Fibrin.

Jumat, 23 April 2021

Pemeriksaan Protombin Time

 Metode : 

Quick one stage

Tujuan : 

Untuk mengetahui kelainan aktifitas faktor² pembekuan jalur ekstrinsik & jalur bersama ( F Vlll, FX , Protombin ).

Prinsip : 

Tromboplastin jaringan ( faktor ekstrinsik & ion kalsium ) ditambahkan dalam plasma sitrat, diukur lamanya waktu sampai terbentuk Fibrin.

Nilai Normal : 

11 - 14 detik.

Landasan Teori : 

   Protombin disintesis oleh hati & merupakan prekursor tidak aktif dalam proses pembekuan. Protombin dikonversi menjadi trombin oleh tromboplastin yang diperlukan untuk membentuk bekuan darah.
   Uji masa Protombin untuk menilai kemampuan faktor koagulasi jalur ekstrinsik & jalur bersama. Pada penyakit hati PT dapat memanjang karena sel hati tidak dapat mensintesis Protombin. PT memanjang karena defisiensi faktor koagulasi ekstrinsik & bersama jika kadarnya < 30 %.
   Bahan pemeriksaan untuk uji PT adalah plasma sitrat yang diperoleh dari sampel darah Vena dengan antikoagulan trisodium sitrat 3,2 % dengan perbandingan 9 : 1. Darah sitrat harus diperiksa sedikit dikitnya 2 jam setelah pengambilan.
   PT dapat diukur secara manual ( visual ), fotooptik / elektromekanik. Teknik manual memiliki bias individu yang sangat besar. Tetapi pada keadaan dimana kadar fibrinogen sangat rendah & tidak dapat dideteksi dengan alat otomatis, metode manual dapat digunakan. Metode otomatis dapat memeriksa dalam jumlah besar dengan cepat & teliti.

Masalah Klinis Apabila Hasil Memanjang :

1. Penyakit hati ( sirosis hati, hepatitis, abses hati, kanker hati, jaundice ).
2. Defisiensi faktor koagulasi ( ll, V, Vll, X ).
3. DC, Fibrinalisis.
4. Pengaruh obat, treatment vitamin K antibiotic hasil memendik.
5. Trombofiebitis.
6. Infark miokardial
7. Pengaruh obat, barbiturate, digitals diuretic.

Alat & Bahan : 

1. Alat : tabung reaksi, pengail, mikropipet, tip biru & kuning, waterbath, centrifuge, rak tabung.

2. Bahan : plasma sitrat, Reagen Protombin, 0,5 ml Na. Sitrat 3,8 %, 4,5 ml darah, aquadest.

Cara Kerja : 

A. Membuat Plasma : 
1. 0,5 ml Na. Sitrat 3,8 % dimasukkan ke dalam tabung centrifuge.
2. 4,5 ml darah dimasukkan ke dalam tabung centrifuge yang telah terisi Na. Sitrat 3,8 %.
3. Centrifuge selama 20 menit kecepatan 200 rpm.
4. Pisahkan plasma & sel² darah.

B. Penetapan : 
1. Reagen dikondisikan pada suhu 37° C dalam waterbath.
2. Plasma sitrat diambil 100 mikron, & di inkubasi dalam waterbath 37° C selama 2 menit.
3. 200 mikron Reagen Protombin diambil, dimasukkan ke dalam tabung yang berisi plasma sitrat bersamaan dengan ditekannya stopwatch.
4. Waktu dicatat sampai terbentuk Fibrin.






Pemeriksaan LED ( Laju Endap Darah )

 Tujuan : 

1. Untuk mengetahui kecepatan darah mengendap.
2. Untuk melihat perkembangan infeksi penyakit kronis.

Metode : 

Westergren

Prinsip : 

Darah ditambah antikoagulan disimpan pada standar maka akan mengendap. Semakin banyak sel eritrosit yang mengendap maka semakin tinggi LED nya.

Landasan Teori : 

LED / dalam bahasa Inggrisnya Eritrosit Sedimentation Rate ( ESR ) merupakan salah satu pemeriksaan rutin untuk darah. LED yakni menghitung pengendapan eritrosit dalam darah persatuan waktu 1 jam dengan memasukkan darah ke dalam tabung westergren disimpan dalam rak tabung westergren selama 1 jam & dibaca dengan menghitung jarak antara puncak miniscus plasma darah terhadap pengendapan eritrosit menggunakan reading device. LED tidak terlalu spesifik untuk diagnostik penyakit tetapi digunakan untuk skrining inflamasi.

Faktor yang Mempengaruhi Hasil LED : 

1. Ukuran / bentuk eritrosit
2. Tingkat plasma fibrinogen
3. Mekanik seperti getaran, suhu, kemiringan 
4. Teknik

Hasil dari uji pemeriksaan LED bervariasi tergantung umur, jenis kelamin, & ketinggian.

Fase - Fase dalam LED :

1. Fase pengendapan cepat pertama 15 menit, eritrosit mulai membentuk rouleaux.
2. Fase pengendapan lambat 30 menit, makin banyak eritrosit yang membentuk rouleaux.
3. Fase pengendapan cepat kedua 15 menit, fase pemadatan.

Nilai Normal : 

Laki - laki : 0 - 15 mm/jam
Perempuan : 0 - 20 mm/jam

Alasan kenapa angka normal wanita lebih besar daripada pria? Ya karena wanita memiliki sifat fisiologis yang berbeda dari pria, wanita mengalami inflamasi / menstruasi disetiap bulannya.

Cara Kerja : 

1. Ambil darah 2 ml, masukkan ke dalam tabung reaksi.
2. Tambahkan 500 mikron Na. Sitrat 3,8 %
3. Homogenkan.
4. Hisap dengan tabung westergren sampai batas nol (0).
5. Simpan dalam rak tabung westergren selama 1 jam.
6. Hitung kecepatan pengendapan eritrosit setelah 1 jam.


Rabu, 10 Maret 2021

Hitung Jumlah Trombosit

 Metode : 

Breeker Cronckite

Tujuan : 

Untuk menghitung jumlah trombosit.

Prinsip : 

Darah ditambah larutan ammonium Oksalat 1% maka sel² selain trombosit akan lisis.

Landasan Teori : 

   Trombosit adalah fragmen / keping²an tidak berinti dari sitoplasma megakariosit yang berukuran 1 - 4 mikron & beredar dalam siklus darah selama 10 hari.

   Bahan pemeriksaan yang dianjurkan untuk pemeriksaan hitung trombosit adalah darah EDTA.

Alat dan Bahan : 

> Alat : 
• Cawan Petri
• Alat alat phlebotomy
• Hemocytometer
• Mikropipet
• Tip
> Bahan : 
• Darah + EDTA 10 ul
• Ammonium Oksalat 1% 1000 ul

Cara Kerja : 

1. Siapkan alat & bahan
2. Masukkan 1000 ul ammonium oksalat 1% ke dalam tabung reaksi, kemudian diambil 10 ul.
3. Masukkan darah 10 ul.
4. Homogenkan.
5. Teteskan pada bilik hitung.
6. Simpan dalam cawan petri dengan kapas yang telah lembab ± 15 menit.
7. Periksa dibawah mikroskop perbesaran 40X.

Nilai Normal : 

150.000 - 450.000 / mm³






Selasa, 09 Maret 2021

Resistensi Osmotik ( Osmotic Fragility Test )

Tujuan : 

• Untuk membantu dalam menentukan tipe² / jenis² anemia.
• Untuk mengetahui ketahanan eritrosit terhadap larutan hipotonis.

NB : 
  Larutan Hipotonis adalah tekanan luar sel lebih rendah daripada didalam sel, sehingga tekanan dalam sel keluar menuju sel luar yang lebih rendah tekanannya, kemudian sel akan lisis.

Prinsip : 

Sel eritrosit akan rusak jika dimasukkan ke dalam larutan hipotonis.

Landasan Teori : 

Hemolisa adalah peristiwa keluarnya hemoglobin dari dalam sel darah menuju cairan ke cairan disekelilingnya.

Alat dan Bahan :

> Alat : 
• Tabung reaksi 12 buah
• Rak tabung 
• Pipet tetes
• Alat² phlebotomy

> Bahan : 
• Darah + EDTA
• NaCL 0,5 %
• Aquadest

Cara Kerja : 

1. Siapkan alat & bahan
2. Tabung reaksi disusun beri nomor 1 - 12
3. Lakukan perlakuan
4. 

5. Homogenkan 
6. Inkubasi selama 2 jam
7. Tabung kaca pada permukaan hemolisis & pada hemolisa total.
Pembacaan : 
Warna & intensitas serta gumpalan pada dasar tabung diperhatikan.
> Permulaan Hemolisis
Ditandai dengan terdapatnya cairan berwarna merah dibagian atas pada tabung yang pertama kali.
> Hemolisa Total
Cairan seluruhnya berwarna merah & tidak ada gumpalan eritrosit didasar tabung.

Nilai Normal : 

• Resistensi Minimum : 0,42 %
• Resistensi Maksimum : 0,34%

Kamis, 04 Maret 2021

Hitung Jenis Leukosit & Morfologi Darah Tepi

PEMERIKSAAN SADT ( SEDIAAN APUSAN DARAH TEPI )

1). Tujuan Pemeriksaan Hematologi : 

1. Membantu menegakkan diagnosa.
2. Membuat diagnosis banding.
3. Memantau perjalanan penyakit.
4. Menilai beratnya sakit.
5. Menentukan prognosis ( cek ulang hasil ).

2). Bahan Pemeriksaan

Pemeriksaan dengan EDTA harus segera dilakukan bila terpaksa ditunda harus memerhatikan: 

3). Morfologi Darah Tepi

* Tujuan : 

• Menilai unsur sel darah tepi
-Eritrosit : kualitas
-Leukosit : kualitas & kuantitas
-Trombosit : kualitas & kuantitas
• Mencari adanya parasit 
-Malaria
-Tripanosoma
-Mikrofilaria

4). Bahan Pemeriksaan 

a. Darah kapiler / Vena
b. Darah EDTA
c. Pemeriksaan hema biasanya dipakai antikoagulan K3EDTA ( Kadar HB, hitung sel darah, retikulosit, LED, hematokrit & GDT )
d. Jumlah antikoagulan berlebih
• Eritrosit mengkerut : hematokrit rendah
• Trombosit membesar : disintegrasi 
e. Antikoagulan kurang : darah membeku
f. Untuk GDT ( Gambaran Darah Tepi ) : darah dengan EDTA jangan dipakai setelah lebih dari 1 jam.

5). Peralatan

• Kaca objek ukuran 25 X 75 mm
• Bersih & kering
• Dicuci dengan detergen dan dibilas dengan air, disimpan kering / dalam alkohol 95 %
• Sebelum dipakai kaca objek yang disimpan kering dihapus dengan alkohol kemudian dikeringkan.
• Batang gelas
• Rak kaca objek
• Pipet Pasteur

6). Cara Kerja

1. Pilih kaca objek yang rata untuk kaca penghapus.
2. Letakkan 1 tetes dari pada objek glass lain dorong hingga membentuk bagian yang tipis.
3. Tunggu hingga kering.
4. Letakkan sediaan hapus pada 2 batang gelas diatas bak tempat pewarnaan.
5. Fiksasi dengan metanol absolut selama 2 - 3 menit.
6. Genangi dengan zat warna giemsa selama 20 - 30 menit.
7. Bilas dengan air ledeng, mula² dengan aliran lambat kemudian lebih kuat.
8. Letakkan sediaan hapus dalam rak dalam posisi tegak & biarkan mengering.
9. Periksa dibawah mikroskop perbesaran 10 & 40 X.

7). Ciri² Sediaan Yang Baik

1. Sediaan tidak melebar sampai pinggir kaca objek. Panjangnya ½ - ⅔ panjang kaca.
2. Ada bagian yang cukup tipis. Eritrosit tidak bertumpuk & tidak membentuk rouleaux.
3. Sediaan tidak berlubang lubang / bergaris garis.
4. Penyebaran leukosit rata. Tidak dipinggir & ujung sediaan.

8. Mewarnai Sediaan Hapus 

Ikatan eosin Y pada azur B yang beragregasi menimbulkan warna ungu : efek rowanowsky giemsa.

9). Penilaian Eritrosit 

1. Size ( ukuran ), shape ( bentuk ) , & staining characteristic ( warna ).
2. Normal : 6 - 8 um ( ± = ukuran inti limfosit kecil ).
3. Lebih kecil : mikrosit
4. Lebih besar : makrosit








Sabtu, 13 Februari 2021

Hematologi


 

• Fungsi Darah

1. Distribusi zat - zat nutrisi, oksigen.
2. Regulasi zat - zat lainnya ( kolestrol, hormon ).
3. Proteksi terhadap benda asing penyebab infeksi ( bakteri, virus).

• Komponen Darah

1. Plasma, yang terdiri dari 90 % air, 2 % 100 macam zat terlarut dalam plasma, 8 % protein plasma.
2. Elemen padat, yaitu seluruh elemen padat yang berasal dari stem cell seperti eritrosit, leukosit dan trombosit.

Langsung aja gua bahas 1 per 1 dari elemen padat:)

1. ERITROSIT

a). Fungsi : 

• Transport udara pernapasan.
• Memiliki afinitas yang besar.
• Memiliki permukaan sel yang luas.

b). Struktur :

• Bikonkaf.
• Tidak berinti.
• Terdapat sedikit organel.
• Mengandung molekul HB.
• Ukurannya kecil.

> ERITROPOESIS

A. Skema : 

Hemacytoblas -> Pronormoblas -> Normoblas basofil -> Normoblas polikromatofil -> Normoblas asidofil -> Retikulosit -> Eritrosit.

Ini dia gambarnya guys✨

B. Produksi Eritrosit

1. Hemocytoblas di stem cell.
2. Hemocytoblas menjadi pronormoblas.
3. Normoblas basofil ( sel memiliki ribosom ).
4. Normoblas polikromatofil & asidofil ( terjadi akumulasi besi & HB ).
5. Normoblas mengeluarkan inti.
6. Eritrosit dilepaskan ke peredaran darah.

C. Pengaturan Konsentrasi / Jumlah Eritrosit 

1. Hormonal.
2. Eritropoetin dihasilkan oleh ginjal.
3. Testosteron merangsang eritropoetin.

D. Penghancuran Eritrosit

1. Macrofage menelan eritrosit tua.
2. Besi disimpan.
3. Degradasi heme menjadi bilirubin.

2. LEUKOSIT

• Mieloblas akan menjadi semua leukosit granulosit.
Monoblas akan menjadi monosit.
Limfoblas akan menjadi limfosit.

> GRANULOSIT

1. Sitoplasmanya mengandung granula.
2. Pada umumnya berbentuk bulat.
Ini skemanya guys ✨
Yuk langsung kita bahas : 

1. NEUTROFIL 

Ini dia gambarnya guys✨
• Mengandung granula yang sangat halus.
• Memiliki inti berlobus 3 - 6.

2. EOSINOFIL

Teng teng teng ini gambarnya✨
• Memiliki granula kasar.
• Dengan pewarnaan giemsa granula berwarna merah / pink.
• Inti biasanya memiliki 2 lobus.

3. BASOFIL

• Memiliki granula kasar.
• Dengan pewarnaan giemsa granula berwarna biru gelap.

> AGRANULOSIT

1. Sitoplasmanya tidak mengandung granula.
2. Bentuk inti bulat atau seperti ginjal.
Dan ini skemanya : 

Langsung aja gua bahas : 

1. MONOSIT 

• Merupakan sel leukosit yang memiliki ukuran paling besar.
• Bentuk inti seperti melipat.

2. LIMFOSIT

• Memiliki inti bulat berwarna gelap.
• TDD : 
- Limfosit T ( T - Sel )
- Limfosit B ( B - Sel )

3. TROMBOSIT / PLATELET ( KEPING KEPING DARAH )

> Skema Trombopoesis

> Formasi Trombosit : merupakan sel yang berukuran paling kecil.

> Fungsi : sebagai faktor pembekuan darah.

> Reaksi terhadap perdarahan ( vaskular injury ).


- Reaksi Terhadap Perdarahan : 

• Kerusakan vaskuler
Menyebabkan vasokontriksi.
• Pembentukan sumbat trombosit.
• Terjadinya koagulasi ( bekuan darah ).

<script data-ad-client="pub-8537700418585719" async src="https://pagead2.googlesyndication
.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

✨ Oke guys sekian materi hema dari saya, semoga bisa bermanfaat dalam membantu kalian, dan jangan lupa di share ya.✨ Stay tuned materi selanjutnya ya:)





































































Rabu, 10 Februari 2021

Pemeriksaan Golongan Darah Metode Tabung

• Tujuan : 

Untuk mengetahui golongan darah seseorang.

• Prinsip : 

Reaksi antigen bertemu antibodi menghasilkan aglutinasi.


• Alat dan Bahan : 

a). Alat 

1. Tabung reaksi 4 buah
2. Alat - alat phlebotomy

b). Bahan

1. Darah Vena 
2. Reagen golongan darah seperti anti A, anti B, anti AB, dan anti D.

• Cara Kerja : 

1. Siapkan alat dan bahan.
2. Ambil darah 2 ml dengan 20 ul EDTA.
3. Pada ke - 4 tabung tersebut dimasukkan darah sebanyak 1 tetes dan 2 tetes Reagen golongan darah secara berurutan.
4. Homogenkan 
5. Centrifuge selama 1 menit kecepatan 1000 rpm.
6. Baca hasil, dengan cara menghomogenkan kembali dan amati ada tidaknya aglutinasi yang terbentuk.

<script data-ad-client="pub-8537700418585719" async src="https://pagead2.googlesyndication
.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>


Jumat, 04 September 2020

Pemeriksaan Retraksi Bekuan

  Pemeriksaan Retraksi Bekuan merupakan pemeriksaan untuk menguji fungsi trombosit.

Langsung aja ges ke prosedur kerjanya yah:*)

> Tujuan : Untuk mengetahui fungsi trombosit

> Prinsip : Darah bila di diamkan dalam beberapa waktu maka akan terjadi pembekuan, selanjutnya cairan di peras keluar sehingga cairannya terpisah dengan bekuan.


> Alat dan Bahan :

- Alat :
• Spuit 5 cc
• Alkohol swab
• Torniquet
• Plester
• Kapas
• Lidi
• Tabung berskala
• Rak tabung
• Stopwatch

- Bahan :
• Darah 6,5 ml

> Cara Kerja : 

1. Siapkan alat dan bahan
2. Lakukan phlebotomy, ambil darah sebanyak 6, 5 ml
3. Masukkan ke dalam tabung berskala
4. Tekuk lidi bagian bawah dan masukkan ke dalam tabung berskala yg terisi sampel darah
5. Diamkan 2 jam
6. Angkat lidi perlahan dan peras melalui dinding tabung dengan cara menempelkannya pada dinding tabung
7. Lihat volume serum yang terbentuk pada skala tabung

> Nilai Normal :

40 - 60 %

> Perhitungan :

Volume serum : Volume awal X 100 %


   Sekian dulu ya ges materi dari aku semoga bermanfaat



Minggu, 30 Agustus 2020

Pemeriksaan Clothing Time ( CT )

Pemeriksaan CT ini digunakan untuk uji waktu pembekuan.

"Kalian tau gk sih, dalam proses pembekuan ini yang paling berperan penting itu siapa?”
Jawabannya trombosit. Karna trombosit sendiri memegang peranan penting dalam proses pembekuan darah.

Proses pembekuan darah melalui  3 langkah utama, yaitu:

1. Adanya zat zat aktivator protombin
2. Aktivator protombin mengkatalisa ( mempercepat proses ) perubahan protombin menjadi trombin
3. Trombin bekerja sebagai enzim yang berfungsi untuk mengubah fibrinogen menjadi benang benang fibrin.

Cus langsung aja ke pemeriksaan CT. Pemeriksaan CT ini memiliki 2 metode.

1. • Metode : Slide

     

    • Tujuan : Untuk mengetahui lamanya waktu yang dibutuhkan darah untuk membeku.


    • Prinsip : Darah bila kontak / mengenai dinding kaca objek maka akan terbentuk benang fibrin.


    • Alat dan Bahan :

- Alat :
> Lancet
> Autoclick
> Kaca objek
> Kapas alkohol

- Bahan :
> Darah kapiler

    • Cara Kerja :

1. Siapkan alat dan bahan
2. Bersihkan jari yang akan di ambil darahnya menggunakan kapas alkohol
3. Tusuk dengan menggunakan blood lancet. Hapus darah pertama yang keluar
4. Teteskan pada objek glass
5. Nyalakan stopwatch ketika darah mulai menyentuh kaca objek
6. Dikail setiap 30 detik sekali sampai terbentuk benang fibrin
7. Hentikan stopwatch, catat hasil

    • Nilai Normal :

> 3 - 7 menit

2. • Metode : Lee and White


    • Tujuan : Untuk mengetahui keadaan sistem pembuluh darah.


    • Prinsip : Darah bila mengenai dinding kaca maka akan berbentuk gumpalan.


     • Alat dan Bahan : 

- Alat :
> Alat alat phlebotomy ( Spuit, Torniquet, Kapas alkohol, Kapas kering )
> Waterbath
> 3 buah tabung reaksi

- Bahan :
> Darah vena tanpa antikoagulan

     • Cara Kerja :

1. Ambil darah 3 cc
2. Masukkan ke dalam 3 tabung reaksi ( masing masing 1 cc )
3. Nyalakan stopwatch ketika darah mulai masuk dalam spuit
4. Inkubasi pada waterbath dengan suhu 37° C dan miringkan tabung setiap 30 detik sekali hingga tabung ke - 3 membeku
5. Hentikan stopwatch dan catat hasil

    • Nilai Normal :

> 9 - 15 menit

  Sekian dulu ya materi dari saya. Mon maap bila ada kekurangan dalam bertutur kata.
~ Terima kasihhh


Kamis, 27 Agustus 2020

Pemeriksaan Bleeding Time ( BT )

Bleeding Time sendiri memiliki arti Waktu Pembekuan 

* Min apa sih pemeriksaan BT itu? *
Jadi pemeriksaan BT itu digunakan untuk mengukur seberapa lama waktu yang di butuhkan darah untuk membeku.

Dalam pemeriksaan ini kita dapat mengetahui fungsi trombosit kita baik atau tidak. Karena fungsi trombosit sendiri adalah sebagai faktor pembekuan darah. Yang akan bekerja membentuk benang fibrin jika terdapat luka.

Dalam pemeriksaan BT terdapat 2 metode loh guys. Nih mimin akan bahas satu persatu metodenya secara tuntas ya. Jangan lupa di simak!!

1. Metode Duke ( Ujung cuping telinga )


Tujuan : Untuk mengetahui lamanya  waktu yang di butuhkan darah untuk membeku.

Prinsip : Dibuat pendarahan buatan, liat lamanya sampai tidak terjadi pendarahan lagi.

Alat dan bahan :
- autoclick
- lanset
- kapas alkohol
- stopwatch
- tissue

Cara Kerja :
1. Siapkan alat dan bahan
2. Bersihkan cuping yang akan diambil darahnya menggunakan kapas alkohol
3. Tusuk dengan menggunakan blood lancet
4. Hapus darah pertama yang keluar
5 Hapus darah setiap 30 detik sekali. Sampai darah tidak keluar lagi.

Nilai Normal :
1 - 3 menit

2. Metode Ivy ( Lengan bagian bawah )


Tujuan : Untuk mengetahui lamanya waktu yang di butuhkan darah untuk membeku.

Prinsip : Dibuat pendarahan buatan, liat lamanya sampai tidak terjadi pendarahan lagi.

Alat dan Bahan : 
- spignomanometer
- spidol
- stopwatch
- autoclick 
- lanset

Cara Kerja :
1. Bersihkan lengan bagian bawah 3 jari dari lipatan siku
2. Buat lingkaran dengan diameter 5 cm, pasang spignomanometer
3. Pasang pada lengan di atas fossa cubiti, dengan tekanan 40 mmHg
4. Tusuk dengan menggunakan blood lancet pada daerah lingkaran yang telah di buat, hapus darah pertama yang keluar
5. Hisap darah yang keluar setiap 30 detik sekali, hingga darah tidak keluar lagi.

Nilai Normal :
1 - 7 menit


<script data-ad-client="pub-8537700418585719" async src="https://pagead2.googlesyndication
.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>


Segini dulu ya materi dari mimin, semoga bermanfaat:*)
Tunggu materi selanjutnya ya teman teman

Rabu, 26 Agustus 2020

Pemeriksaan Rumple Leed Test

 Pemeriksaan Rumple Leede ini digunakan untuk mendiagnosa penyakit DBD ( Demam Berdarah Dengue ) atau DHF ( Demam Hemorrhagic Fever ).

 Penyakit DBD ini di sebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus

Langsung aja ke prosedur kerjanya guys:*

Tujuan : Untuk mengetahui ketahanan pembuluh darah kapiler.

Prinsip : Dengan pembendungan, apabila pembuluh darah kapiler pecah maka akan timbul bintik merah yang biasa di sebut ptechiae.

Alat dan Bahan :
1. Spignomanometer
2. Stetoskop
3. Spidol
4. Stopwatch

Cara Kerja :
1. Tentukan tekanan sistol dan diastol
Sistol adalah bunyi yang pertama di dengar sedangkan Diastol adalah bunyi yang terakhir di dengar.
Normal Sistol : 120 mmHg
Normal Diastol : 80 mmHg
2. Pasang spignomanometer dengan tekanan 100 mmHg
3. Buat lingkaran dengan diameter 5 cm, jarak dari siku ± 5 cm
4. Diamkan selama 10 menit
5. Lepaskan spignomanometer
6. Amati ada tidaknya ptechiae yang muncul pada daerah lingkaran yang di buat.

Nilai Normal 
< 10 : normal
> 10 : abnormal ( terjadi kelainan )

Cara menentukan tekanan 
Sistol + Diastol
_______________                 
            2         
= 120 + 80
___________
         2
= 200
 _____
     2 
= 100 mmHg



Semoga bermanfaat, stay tuned untuk materi selanjutnya:")                      


Pemeriksaan Batu Empedu

    Di Indonesia, penyakit batu empedu masih kurang mendapat perhatian dibandingkan penyakit saluran cerna lainnya seperti hepatitis virus k...